Doa Pembuka
Kami menggabungkan diri dengan semua orang kudus di surga, dengan semua orang saleh di dunia dan dengan seluruh umat beriman. Kami menggabungkan diri dengan Dikau, ya Yesus, untuk memuliakan Bunda-Mu yang suci dan untuk memuliakan Dikau di dalam dia dan melalui dia. Kami menjauhkan diri dari segala-galanya yang dapat melanturkan pikiran kami selama berdoa Rosario ini. Kami ingin berdoa dengan rendah hati, penuh perhatian dan khidmat, seolah-olah ini doa terakhir dalam hidup kami. Kami persembahkan kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, Syahadat Para Rasul untuk memuliakan misteri iman kami; doa Bapa Kami dan tiga Salam Maria untuk memuliakan keesaan Allah Tritunggal. Kami mohon kepada-Mu iman yang hidup, pengharapan yang teguh, dan cinta kasih yang berkobar-kobar. Amin.
Aku Percaya ….
Bapa Kami ….
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Salam Putri Allah Bapa,
Salam Maria ….
Salam Bunda Allah Putra,
Salam Maria ….
Salam Mempelai Allah Roh Kudus,
Salam Maria ….
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Peristiwa-Peristiwa Gembira
(Senin dan Sabtu Serta Khusus Masa Adven dan Natal)
1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel
Kami persembahkan rangkaian yang pertama ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk memuliakan penjelmaan-Mu dalam rahim Ibu Maria. Melalui renungan peristiwa dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon kerendahan hati yang mendalam; penghayatan martabat kami sebagai manusia yang diciptakan; serta semangat iman seperti Bunda Maria dan berkat bagi para rasul.
Semoga rahmat misteri penjelmaan meresap ke dalam hati kami dan menjadikan jiwa kami sungguh rendah hati. Amin.
Bapa Kami ….
Salam Maria …. (10x)
Kemuliaan ….
Terpujilah….
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka. Dan antarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.
2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya
Kami persembahkan rangkaian yang kedua ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati kunjungan Bunda-Mu kepada saudarinya, Elisabet dan pengudusan Santo Yohanes Pembaptis. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon cinta kasih terhadap sesama kami; agar dalam pergaulan sehari-hari kami mendekati sesama dengan hormat dan kepercayaan; serta semangat berkorban bagi sesama dan berkat bagi orang tua, saudara, dan handai tolan.
Semoga semangat peristiwa kunjungan Ibu Maria meresap ke dalam hati kami dan menjadikan jiwa kami sungguh lembut. Amin.
3. Yesus dilahirkan di Betlehem
Kami persembahkan rangkaian yang ketiga ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati kelahiran-Mu dalam kandang di Betlehem. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon penolakan kekayaan dan cinta terhadap kemiskinan; supaya kami dengan hati-hati dan dengan semangat berbagi memanfaatkan harta duniawi; serta supaya kami tidak terikat pada kekayaan duniawi dan supaya kaum muda menerima panggilan Tuhan.
Semoga rahmat misteri Natal meresap ke dalam hati kami dan menjadikan jiwa kami sungguh diresapi semangat kemiskinan. Amin.
4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah
Kami persembahkan rangkaian yang keempat ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati Engkau yang dipersembahkan di Bait Allah. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon kemurnian badan dan jiwa; supaya kami makin memahami siapakah kami ini dan untuk apa kami hidup di dunia ini sehingga kami makin terbuka bagi-Mu; serta semangat berkorban dan berkat bagi para imam, biarawan, dan biarawati.
Semoga rahmat peristiwa Yesus dipersembahkan di Bait Allah meresap ke dalam hati kami dan menjadikan jiwa kami bijaksana dan sungguh murni. Amin.
5. Yesus ditemukan dalam Bait Allah
Kami persembahkan rangkaian yang kelima ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati Engkau yang ditemukan kembali dalam Bait Allah. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon kebijaksanaan yang benar supaya mencapai sikap dewasa dalam memilih Engkau dan Kerajaan Allah; serta keterbukaan bagi Sabda Allah dan supaya semua orang yang tersesat kembali ke rumah Bapa.
Semoga rahmat peristiwa Yesus ditemukan kembali di Bait Allah meresap ke dalam hati kami dan menjadikan kami sungguh-sungguh bertobat. Amin.
PERISTIWA-PERISTIWA SEDIH
(Selasa dan Jumat serta Khusus Masa Prapaskah)
1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratulmaut
Kami persembahkan rangkaian yang pertama ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati Engkau dalam sakratulmaut di Bukit Zaitun. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon penyesalan atas dosa-dosa kami; kekuatan dan ketekunan dalam segala pencobaan; serta rasa duka atas segala dosa dan agar para pendosa bertobat dan orang-orang saleh bertekun.
Semoga rahmat peristiwa sakratulmaut Yesus meresap ke dalam hati kami dan membuat kami sungguh menyesal serta patuh pada kehendak-Mu yang suci. Amin.
Bapa Kami ….
Salam Maria …. (10x)
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka. Dan antarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.
2. Yesus didera
Kami persembahkan rangkaian yang kedua ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati penderaan-Mu yang berdarah. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon pengekangan hawa nafsu kami; daya tahan dalam segala pertentangan; serta kesucian jiwa dan raga dan pembebasan bagi arwah-arwah di api penyucian.
Semoga rahmat peristiwa penderaan Yesus meresap ke dalam hati kami dan menjadikan kami bermati raga dengan sungguh-sungguh. Amin.
3. Yesus dimahkotai duri
Kami persembahkan rangkaian yang ketiga ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati pemahkotaan-Mu dengan duri. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon penyangkalan kepentingan duniawi; supaya mencari kebahagiaan hidup tidak dalam kedudukan dan kekuasaan, tetapi dalam pelayanan kepada sesama; serta kesabaran dalam menghadapi penghinaan dan supaya para penguasa bertobat.
Semoga rahmat peristiwa pemahkotaan duri Yesus meresap ke dalam hati kami dan membuat kami tidak melekatkan hati pada hal-hal duniawi. Amin.
4. Yesus memanggul salib-Nya ke Gunung Kalvari
Kami persembahkan rangkaian yang keempat ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati Engkau yang memanggul salib-Mu ke Gunung Kalvari. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon kesabaran dalam memikul salib-salib kami; supaya dapat menyingkirkan dari muka bumi segala penderitaan yang tidak perlu dan supaya dapat memberi arti positif kepada penderitaan yang tidak dapat dihindarkan; serta kesabaran dalam memanggul salib-salib suci kami masing-masing dan kekuatan bagi semua orang yang menderita.
Semoga rahmat peristiwa jalan salib Yesus meresap ke dalam hati kami dan menjadikan kami benar-benar sabar. Amin.
5. Yesus wafat di salib
Kami persembahkan rangkaian yang kelima ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati penyaliban dan wafat-Mu yang hina di Golgota. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon pertobatan orang-orang berdosa, ketekunan orang-orang saleh, dan keringanan bagi arwah-arwah di api penyucian; agar kami dengan penuh syukur dapat memandang Engkau yang dengan wafat-Mu di salib membuka bagi kami jalan kepada Bapa; serta cinta akan Misa kudus yang menghadirkan korban Golgota.
Semoga rahmat peristiwa penyaliban Yesus meresap ke dalam hati kami dan menjadikan kami sungguh-sungguh kudus. Amin.
PERISTIWA-PERISTIWA MULIA
(Rabu dan Minggu serta Khusus Masa Paskah)
1. Yesus bangkit dari kematian
Kami persembahkan rangkaian yang pertama ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati kebangkitan-Mu yang mulia. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon cinta kasih kepada Allah dan semangat pelayanan; supaya selama hidup di dunia ini kami selalu boleh berharap akan pemenuhannya kelak; serta semangat damai dan sukacita serta berkat atas Gereja dan tanah air.
Semoga rahmat peristiwa kebangkitan Yesus meresap ke dalam hati kami dan membuat kami sungguh-sungguh beriman. Amin.
Bapa Kami ….
Salam Maria …. (10x)
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka. Dan antarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.
2. Yesus naik ke surga
Kami persembahkan rangkaian yang kedua ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati kenaikan-Mu yang gemilang ke surga. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon kerinduan yang berkobar-kobar akan surga, tanah air kami yang sejati; agar kami boleh percaya bahwa Engkau yang bertakhta di sisi kanan Allah Bapa, juga melanjutkan hidup-Mu di hati kami; serta supaya hati kami tidak terikat pada hal-hal duniawi dan rindu akan surga.
Semoga rahmat peristiwa kenaikan Yesus meresap ke dalam hati kami dan membuat kami siap untuk masuk surga. Amin.
3. Roh Kudus turun atas para rasul
Kami persembahkan rangkaian yang ketiga ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati Roh Kudus yang turun atas para rasul. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon kedatangan Roh Kudus dalam hati kami; agar oleh kedatangan Roh Kudus dalam hidup kami, kami diberikan semangat untuk menjadi saksi-Mu; serta keterbukaan hati kami terhadap bimbingan Roh Kudus dan keinsafan akan kewajiban menyebarkan iman Kristiani.
Semoga rahmat peristiwa Pentakosta meresap ke dalam hati kami dan menjadikan kami sungguh arif di mata Allah Yang Maha Kuasa. Amin.
4. Maria diangkat ke surga
Kami persembahkan rangkaian yang keempat ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati Bunda-Mu, Maria, yang dengan gemilang diangkat ke surga. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon devosi yang mesra kepada Bunda Maria yang begitu baik; agar kami boleh percaya bahwa hidup kami di dunia tidak akan binasa; serta devosi kepada Bunda yang suci dan kemuliaan abadi jiwa-jiwa orang beriman.
Semoga rahmat peristiwa Bunda Maria diangkat ke surga meresap ke dalam hati kami dan menjadikan kami benar-benar berbakti kepada Allah. Amin.
5. Maria dimahkotai di surga
Kami persembahkan rangkaian yang kelima ini kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, untuk menghormati Bunda-Mu yang dimahkotai di surga. Melalui renungan peristiwa ini dan dengan perantaraan Bunda-Mu yang suci, kami mohon ketekunan dalam rahmat Allah dan mahkota kemuliaan abadi; agar bertekun dalam kerinduan akan kebahagiaan yang sempurna bila diterima dalam cinta kasih-Mu; serta rahmat tekun sampai mati dan tercapainya kesatuan semua umat Katolik.
Semoga rahmat peristiwa Bunda Maria dimahkotai di surga meresap ke dalam hati kami. Amin.
PERISTIWA-PERISTIWA CAHAYA
(Kamis)
1. Yesus dibaptis di Sungai Yordan
Ketika Tuhan Yesus dibaptis di Sungai Yordan, terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat. 3:17). “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (2Kor. 5:21).
Allah yang berbelas kasih, karena kebesaran cinta-Mu, Engkau rela merendahkan diri saat dibaptis oleh Yohanes Pembaptis dan dianggap sebagai orang berdosa. Penuhilah hati kami dengan rahmat-Mu agar kami dapat hidup dalam kepenuhan cinta-Mu, di tengah persaudaraan dalam masyarakat yang menganut berbagai macam agama dan kepercayaan.
Bapa Kami ….
Salam Maria …. (10x)
Kemuliaan ….
Terpujilah ….
Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka. Dan antarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.
2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana
Tuhan Yesus mengerjakan mukjizat-Nya yang pertama pada pesta pernikahan di Kana sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu, Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya (Yoh. 2:11).
Bunda Maria, doakanlah kami agar iman kami akan Putramu semakin tumbuh dan berkembang. Semoga kami memiliki semangat untuk bertobat dan senantiasa bangkit dari dosa, untuk semakin merangkai cinta dan kesetiaan kami kepada Tuhan sebagaimana engkau tunjukkan kepada kami. Amin.
3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan
Ketika waktunya telah genap untuk mewartakan Kerajaan Allah, Yesus berkata, “Saatnya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” (Mrk. 1:15).
Allah Roh Kudus, berikanlah kepada kami pengetahuan yang sejati agar hidup dan karya kami Kaujiwai. Juga agar kami semakin terlibat dalam pewartaan Kerajaan Allah di dunia ini dan karya kerasulan yang kami jalankan selalu mempunyai dasar yang kukuh dan terpercaya sehingga semakin banyak orang datang dan percaya kepada-Mu. Amin.
4. Yesus menampakkan kemuliaan-Nya
Ketika Yesus dimuliakan di atas Gunung Tabor, terdengarlah suara dari dalam awan yang berseru, “Inilah Anak-Ku, pilihan-Ku, dengarkanlah Dia” (Luk. 9:35).
Allah Yang Maha Kuasa dan kekal, kobarkanlah semangat cinta kasih di dalam hati dan di antara kami sehingga kami dapat bersaksi tentang Dikau melalui cara hidup kami sehari-hari. Amin.
5. Yesus menetapkan Ekaristi
Tuhan Yesus menyerahkan tubuh dan darah-Nya dalam Ekaristi sebagai pengampunan bagi dosa manusia. Sebelum Hari Raya Paskah mulai, Yesus telah mengetahui bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai pada kesudahannya (Yoh. 13:1).
Allah Yang Berbelas Kasih, Engkaulah pangkal kehidupan. Kami bersyukur atas misteri Paskah yang telah membuka harapan baru bagi kami. Dengan dikuatkan oleh misteri Paskah ini, semoga kami selalu mau memperbaiki diri dan hidup mengarah pada-Mu. Berilah agar sesudah pezia-rahan di dunia ini, kami boleh menikmati kebahagiaan abadi bersama Kristus, Anak Domba Paskah yang bangkit dengan jaya. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
Doa Penutup
Salam Maria, Putri tercinta Bapa Yang Kekal, salam Bunda yang dikagumi Allah Putra, salam Mempelai setia Allah Roh Kudus, salam Bait megah bagi Allah Tritunggal, salam Ratu Perkasa, segala yang ada di surga dan di bumi harus tunduk kepadamu. Salam Pengungsian yang aman bagi orang berdosa, Bunda yang rahim yang belum pernah menolak siapa pun. Kami, pendosa, mohon di hadapanmu, agar dari Yesus Putramu tercinta dan baik hati, kauperoleh bagi kami penyesalan dan pengampunan atas segala dosa kami, serta kebijaksanaan Ilahi.
Kami membaktikan diri kami seluruhnya kepadamu dengan segala milik kami. Kini kami memilih engkau sebagai Bunda kami dan pemimpin kami. Maka, perlakukanlah kami sebagai yang paling akhir di antara anak-anakmu dan sebagai yang paling patuh di antara hamba-hambamu.
Dengarkanlah kami, ya Ratu kami, dengarkanlah keluh kesah seorang yang ingin mencintai dan mengabdimu dengan setia. Janganlah pernah mengatakan bahwa dari semua yang pernah berlindung kepadamu, kamilah yang pertama ditinggalkan. Hai Harapan kami, hai Hidup kami, hai Bunda Maria yang setia dan tak bernoda, kabulkanlah doa kami, belalah kami, peliharalah kami, ajarilah kami dan selamatkanlah kami. Amin.
