BerandaSakramen Gereja4. Sakramen Ekaristi Suci

4. Sakramen Ekaristi Suci

Yesus memberikan kepada kita sakramen Ekaristi Suci ini pada perjamuan malam terakhirNya, menjelang wafatNya. Pada waktu itu Ia berkata “Inilah TubuhKu”, maka roti itu berubah menjadi TubuhNya yang suci. Ketika Ia berkata “Inilah DarahKu”, maka anggur itu berubah menjadi DarahNya. Kemudian Ia memberikan perintah: “Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku”. Dengan ini, lahirlah sakramen ekaristi.

Pada saat Yesus memerintahkan para rasul untuk melakukan perjamuan itu untuk mengenangkan Dia, maka para rasul menjadi imam dan kepada mereka diberikan kuasa untuk melakukan apa yang Yesus sendiri lakukan, yakni merubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan DarahNya. Kemudian, para rasul meneruskan kuasa itu kepada orang-orang lain, ketika mereka melantiknya menjadi imam.

Dewasa ini, melalui uskup sebagai pengganti para rasul, semua imam di dunia menerima kuasa untuk menguduskan roti dan anggur itu, supaya semua orang di segala jaman boleh merasakan pengurbanan Yesus. Perayaan di mana roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus, lalu dibagi-bagikan kepada umat, disebut Misa.

Misa adalah Pengurbanan Kristus di Salib

Perayaan ekaristi dilakukan demi ketaatan pada kata-kata Yesus pada waktu perjamuan malam terakhir: “Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku”.

Misa kudus menghadirkan bagi kita
penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus.

Misa kudus mengingatkan kita akan Yesus yang menyerahkan hidupNya bagi kita di kayu salib. Tubuh dan darah yang samalah yang dikurbankan, tetapi sekarang Ia sudah berada dalam kemuliaan surga dan tidak dapat menderita lagi. Yesus melanjutkan pengurbananNya di kayu salib di Kalvari, di sepanjang masa dan sekarang pengurbanan itu mendatangkan bagi jiwa kita, rahmat dan pahala yang Ia perolehkan bagi kita melalui kematianNya.

Kita juga mengenang KebangkitanNya, melalui mana Yesus menaklukkan kematian; kita mengenang juga KenaikanNya ke surga, ke dalam kemuliaan yang Ia ingin bagikan kepada kita juga.

Misa adalah sebuah pengurbanan di mana Gereja tidak hanya mengenang Yesus, tetapi sungguh-sungguh membawa Dia dan kematian serta kebangkitanNya kepada kita, agar kita bisa ikut ambil bagian di dalamNya. Melalui tangan imam dan atas nama Gereja, pengurbanan dari Yesus di salib, dipersembahkan di dalam ekaristi, atas cara tidak berdarah lagi, ya atas cara sakramental, berupa sakramen ekaristi.

Imam, oleh kuasa yang ia terima pada saat tahbisannya, bertindak sebagai Yesus Kristus sendiri, mempersembahkan kurban ekaristi dan mempersembahkannya kepada Tuhan atas nama semua umat Allah.

Yesus: Pemberian Kita Kepada Tuhan

Dalam misa kudus, melalui Yesus Kristus dan imam di altar, kita menyembah Tuhan sebab Dialah yang menciptakan kita; kita berterima kasih kepadaNya sebab Ia baik kepada kita; kita mohon ampun padaNya sebab kita telah menyakitiNya; kita mohon bantuanNya sebab kita membutuhkan rahmatNya untuk menyelamatkan jiwa kita.

Dalam misa kudus, kita mempersembahkan Yesus kepada Bapa surgawi sebagai pemberian terbesar yang kita miliki dan kita mohon kepada Tuhan, agar demi Yesus PutraNya yang telah mati bagi kita dan sekarang mempersembahkan DiriNya bagi kita, kiranya Tuhan menghapus dosa kita dan memberikan kepada kita semua rahmat yang kita butuhkan untuk mencapai surga. Pemberian ini pantas bagi Allah, sebab itu adalah pengurbanan AnakNya sendiri, yang sudah dipersembahkan di salib, yang sekarang ini mempersembahkan diriNya lagi.

Misa kudus adalah Ibadah teragung yang bisa kita berikan kepada Tuhan. Kita harus mempersembahkan kepada Tuhan, pemberian yang sempurna ini terutama pada setiap hari Minggu, hari maha Tuhan, hari kebangkitan Tuhan.

Sebelum Yesus kembali ke surga, Ia berkata kepada para rasulNya: “Ketahuilah, Aku selalu beserta kamu, sampai akhir jaman”.

Yesus selalu beserta kita melalui kurban ekaristi. Melalui imam-imamNya, Ia mempersembahkan DiriNya kembali kepada Bapa surgawi di setiap misa dan Ia ingin kita pun mempersembahkan diri kita bersamaNya: mempersembahkan semua pekerjaan kita, semua suka dan duka kita.

Yesus: Pemberian Allah Untuk Kita

Komuni Kudus adalah saat kita menerima Ekaristi Kudus yaitu Tubuh dan Darah Kristus sendiri, sebagai santapan rohani untuk jiwa kita. Roti dan anggur di altar mengingatkan kita akan makanan dan minuman pada sebuah perjamuan makan. Ekaristi adalah sebuah perjamuan yang mengingatkan kita akan Perjamuan Malam Terakhir. Dalam perjamuan ini kita dipersatukan dengan Yesus dan dengan satu sama lain di dalam Yesus dan kita mempersiapkan diri kita untuk perjamuan abadi di kerajaan Allah nanti.

Yesus menjanjikan santapan surgawi ini bagi kita ketika dahulu Ia berkata: “Akulah roti yang turun dari surga. Barang siapa makan tubuhKu ia akan hidup selama-lamanya; sebab roti yang Kuberikan ini adalah TubuhKu, untuk hidup yang kekal. Siapa yang makan TubuhKu dan minum DarahKu, ia akan memiliki hidup kekal dan Aku akan mengangkat Dia pada hari terakhir. Sebab TubuhKu adalah sungguh makanan dan DarahKu adalah sungguh minuman. Siapa makan tubuh-Ku dan minum darahKu, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia”.

Di dalam upacara komuni kudus, Yesus datang kepada kita sebagai seorang sahabat yang mengunjungi jiwa kita. Ia memberikan kita rahmatNya untuk membuat jiwa kita selalu mau menyenangkan Tuhan dan menolong kita untuk menjadi baik selalu.

Dalam kurban ekaristi, kita memberikan Yesus sendiri kepada Bapa di surga sebagai pemberian terbaik yang kita miliki. Di dalam komuni kudus, Bapa di surga memberikan pemberian terbaik untuk kita yang Ia miliki, yaitu AnakNya yang terkasih, Tuhan kita, penebus kita.

Jika kita sungguh mencintai Tuhan Yesus, kita akan menerima Dia dalam komuni kudus setiap kali kita menghadiri misa, bukan hanya hari Minggu tetapi juga di hari-hari lain dalam minggu, sejauh kita bisa.

Tuhan Beserta Kita

Seperti tabut perjanjian dan tiang api yang adalah tanda dari kehadiran Allah yang istimewa di tengah umatNya sementara mereka berjalan jauh dan lama melalui padang gurun, demikian juga Yesus hadir bersama kita di dalam tabernakel untuk menjadi pembantu dan penguat kita dalam perjalanan hidup kita. Tuhan sungguh menyertai kita.

Pada suatu ketika, orang membawa anak-anak mereka kepada Yesus agar Ia menyentuh dan memberkati mereka, tetapi para rasul memarahi mereka. Yesus memperhatikan hal itu dan berkata kepada mereka: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKu dan jangan menghalangi mereka. Sebab anak-anak inilah yang memiliki Kerajaan Surga”. Kemudian, Ia memeluk mereka, memberkati mereka dan menumpangkan tanganNya atas mereka.

Yesus masih terus mengundang anak-anakNya datang kepadaNya di dalam Komuni Kudus supaya Ia boleh memberkati mereka dan menempatkan mereka dekat di dalam hatiNya. Ia juga mengundang mereka untuk berdoa kepadaNya yang hadir di dalam tabernakel, di mana Ia berada siang dan malam, berdoa kepada Bapa surgawi untuk kita semua. Yesus adalah sahabat yang paling baik bagi anak-anak.

Latest Posts

Related Posts

0
    0
    Your Cart
    Your cart is emptyReturn to Shop
    Open chat
    Butuh bantuan?
    Halo, ada yang bisa kami bantu?