Pada malam hari kebangkitanNya, Yesus datang ke dalam ruang perjamuan atas di mana para rasulNya berkumpul. Yesus berkata kepada mereka: “Damai bagimu. Sebagaimana Bapa mengutus Aku, demikian Aku mengutus kamu”. Kemudian, Ia menghembusi mereka dengan Roh Kudus dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Barang siapa kamu ampuni dosanya, maka dosanya diampuni. Barang siapa kamu tahan dosanya, maka dosanya ditahan”.
Pada saat itulah Ia memberikan Sakramen Tobat kepada GerejaNya, sekaligus Ia memberikan kuasa untuk mengampuni dosa-dosa manusia.
Sakramen tobat membawa kita kepada pengampunan Tuhan yang penuh belas kasih atas dosa-dosa yang kita lakukan sesudah kita dibaptis. Melalui imam, yang bertindak atas nama Yesus, Yesus sendiri datang untuk mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan kepada kita, damaiNya apabila kita sungguh menyesal atas dosa-dosa itu, apabila kita mengakuinya dengan jujur dan apabila kita sungguh mau bertobat dari dosa itu melalui doa dan pengurbanan kita.
Sakramen tobat disebut juga Sakramen Rekonsiliasi, sebab sakramen ini membantu kita untuk berdamai kembali dengan Tuhan, maupun dengan orang lain yang kita telah lukai. Ketika kita datang mengakui dosa-dosa kita maka kita mengakui diri kita sebagai orang yang berdosa dan kita meminta ampun dari Tuhan dan Gereja sebab Gereja juga dilukai oleh dosa-dosa kita.
Kekuasaan mengampuni dosa adalah bagian dari kekuasaan para imam yang diberikan kepadanya melalui sakramen imamat. Bagi para pendosa yang sungguh menyesali dosa-dosanya, para imam berkata, sambil mengangkat tanganNya: “Berdasarkan kuasa yang diberikan Allah dan gereja kudus, aku membebaskan engkau dari semua dosa-dosamu, di dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus”. Amin.
Ketika engkau pergi mengaku dosa, engkau seharusnya:
- Menanyai dirimu sendiri bagaimana engkau telah menyakiti hati Tuhan.
- Sungguh-sungguh menyesal atas dosa-dosamu itu.
- Berniat teguh untuk tidak berdosa lagi.
- Mengatakan semua dosamu kepada sang imam.
- Melakukan penitensi yang imam berikan kepadamu.
Rasa Sesal Atas Dosa
Bagian yang paling penting dari sakramen tobat adalah rasa sedih atas dosa-dosa kita. Kita merasa sedih dan menyesal sungguh-sungguh atas segala dosa kita sebab dosa-dosa itu telah melukai Allah Bapa yang baik, Bapa kita. Kita menyesal dengan tidak mau membuat dosa-dosa itu lagi.
Engkau dapat mengungkapkan penyesalanmu yang dalam dengan doa berikut ini:
Ya Tuhanku, aku sungguh sangat menyesal, sebab telah menyakitiMu; saya membenci segala dosaku, yang membuatku patut dihukum, tetapi terutama karena dosa-dosaku itu telah melukaiMu, ya Tuhanku yang baik dan yang sesungguhnya pantas menerima cintaku saja. Saya berjanji dengan teguh, dengan bantuan rahmatMu, aku tidak akan berdosa lagi dan akan menghindari setiap kesempatan berdosa lagi. Amin.
Kita perlu juga memiliki rasa sesal seperti yang St. Petrus sendiri alami atas dosanya. Ketika Yesus telah ditangkap, Petrus mengikutiNya. Dan, ketika seorang hamba pelayan melihat Petrus duduk di antara para serdadu dia berkata: “Orang ini juga bersama-sama Yesus itu”, maka Petrus menyangkal tiga kali.
Petrus sangat sedih atas dosanya ini sampai ia pergi keluar ke kegelapan dan menangis penuh kepedihan. Seperti St. Petrus, kita harus menyesal, sebab ketika kita berdosa, kita melukai hati Tuhan, sahabat kita terkasih, Tuhan kita tercinta.
