BerandaSakramen Gereja6. Sakramen Imamat

6. Sakramen Imamat

 

Pada perjamuan malam terakhir, Yesus memberikan sakramen Ekaristi dan sakramen Imamat kepada GerejaNya. Ia menjadikan rasul-rasulNya imam-imam ketika Ia memberikan perintah dan kuasa kepada mereka untuk melakukan apa yang Ia baru saja lakukan, “Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku”. Kuasa untuk mempersembahkan ekaristi di dalam nama Yesus dan Gereja, menjadikan para rasul sebagai imam-imam.

Pada hari minggu paska malam, Yesus memberikan kepada para rasul kuasa untuk mengampuni dosa-dosa di dalam namaNya. “Terimalah Roh Kudus. Barang siapa kamu ampuni dosanya, dosanya diampuni; barang siapa kamu tahan dosanya, maka dosanya ditahan”. Karena itulah maka para imam juga berkuasa mengampuni dosa-dosa orang.

Para rasul meneruskan kuasa imamat mereka kepada orang lain melalui sakramen imamat. Mereka menahbiskan uskup-uskup untuk melaksanakan tugas dan jabatan mereka. Para uskup ini kemudian menahbiskan uskup yang lain dan para imam. Maka, kuasa yang ada pada para imam dewasa ini, berasal dari Yesus sendiri.

Sakramen imamat menjadikan orang-orang yang ditahbiskan serupa dengan Yesus Kristus; sakramen ini memberikan kepada mereka sebuah kuasa suci untuk melayani umat Allah dengan mempersembahkan ekaristi, mengampuni dosa orang, membaptis orang, mengurapi orang yang sakit, menikahkan orang.

Latest Posts

Related Posts

0
    0
    Your Cart
    Your cart is emptyReturn to Shop
    Open chat
    Butuh bantuan?
    Halo, ada yang bisa kami bantu?