Perkawinan dimulai oleh Allah sendiri, Pencipta kita di taman Firdaus. Tuhan Allah mempersatukan Adam dan Hawa dalam satu ikatan yang tidak dapat dipisahkan sehingga mereka boleh mengasihi satu sama lain dan melahirkan anak-anak ke dalam dunia. Anak-anak mereka yang pertama adalah Kain dan Abel.
Yesus menjadikan perkawinan sebuah sakramen. Ia melakukan hal ini untuk membantu dua orang hidup bersama sampai mati di dalam suka dan duka, di dalam cinta yang setia. Ibu dan bapak ini, atau orang tua ini juga bertanggung jawab atas pemeliharaan jiwa-jiwa dari anak-anak yang Tuhan berikan kepada mereka.
Perkawinan adalah sakramen di mana seorang pria yang sudah dibaptis dan seorang wanita yang sudah dibaptis mengikatkan diri mereka seumur mereka di dalam perkawinan dan menerima rahmat untuk menunaikan tugas-tugas mereka terhadap satu sama lain dan terhadap anak-anak mereka.
Anak-anak harus taat kepada ibu dan bapak mereka sebab orang tua merupakan wakil Allah di dunia ini dan Allah mengingatkan anak-anak untuk mengasihi orang tua mereka. “Hormatilah orang tuamu”, demikian salah satu perintah Allah. Anak-anak berhutang budi pada orang tua mereka karena ibu bapa mereka telah bekerja sama untuk melahirkan mereka ke dunia dan memberikan kehidupan kepada mereka. Anak-anak haruslah mendoakan orang tua mereka setiap hari.
Adalah suatu perkawinan yang sungguh-sungguh antara Bunda Maria dan Bapa Yosef. Maria adalah sungguh ibu Yesus dan St. Yosep adalah sungguh ayahNya, sebagai bapa pemeliharaNya. Maria adalah teladan dari setiap isteri dan ibu. Yosep adalah teladan bagi setiap suami kristiani. Yesus adalah sukacita dari keluarga kudus Nazareth ini. Yesus mengajari anak-anak bagaimana mereka juga harus menghormati, patuh dan mengasihi orang tua mereka.
Yesus, sukacita keluarga
Hidup Keluarga Kudus di Nazareth adalah sebuah hidup yang tersembunyi tetapi penuh doa dan kerja. Mereka mengasihi Allah dan mengasihi satu sama lain. Mereka bahagia bersama sebab mereka menyilahkan Tuhan ada, hadir, menyertai keluarga mereka.
Hidup Keluarga Kudus adalah sebuah teladan bagi semua keluarga kristiani. Kasih antara ibu dan bapa dalam mengasihi Allah adalah sumber kebahagiaan dari keluarga tersebut. Orang tua dan anak-anak harus memberikan contoh satu sama lain dalam berdoa setiap hari sehingga Tuhan senantiasa memberkati keluarga mereka sebagaimana Ia memberkati Keluarga Kudus, Yesus Maria dan Yosep.
Doa keluarga
Ya Yesus, berkatilah keluarga kami dengan rahmat-rahmat yang kami peroleh dari sakramen-sakramenMu.
Bantulah kami semua untuk mengasihi dan mentaati aturan-aturanMu yang kudus. Bantulah kami saling mengasihi satu sama lain sebab itulah yang Engkau inginkan dari kami.
Hantarlah kami semua ke surga, suatu saat nanti, di mana kita akan bersama-sama, sebagai keluarga yang bahagia, berada untuk selama-lamanya dengan Bapa surgawi. Amin.
